Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebagai perusahaan daerah Gresik Migas selain harus bisa mencatatkan profit juga harus ikut serta memikirkan persoalan penanggulangan kemiskinan di Gresik.
"Pemerintah daerah punya tiga BUMD juga harus memikirkan sisi sosial yang bisa memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Seperti misalnya PDAM memberikan sambungan rumah gratis pada masyarakat kurang mampu, Bank Gresik memberikan kredit ultra mikro kepada masyarakat agar terhindar dari rentenir dan Gresik Migas fokus pada penyediaan BBM pada nelayan. Bukan fokus pada bisnis Pertashop," tegas Bupati Yani.
Menurutnya, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan di sejumlah titik pesisir Gresik akan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Sebab, saat nelayan kekurangan bahan bakar maka tidak bisa berangkat melaut yang secara tidak langsung akan memberikan multiplayer effect pada aktivitas perekoniomian masyarakat.
"Yang dibutuhkan nelayan hanyalah BBM untuk melaut. Maka dari itu pemerintah daerah akan berupaya untuk memperjuangkan. Nah untuk memperjuangkan hal tersebut dibutuhkan ketajaman, kecerdasan serta rasa empati," tutur Yani.
Direktur Utama Gresik Migas, Habibullah menanggapi santai sentilan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dia mengaku pihaknya tengah berupaya untuk membangun SPBN di wilayah pesisir yang telah ditentukan.
"Saat ini memang dibangun. Kemarin kami ke Jakarta untuk meminta rekomendasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)," kata Habibullah.
Baca juga : Dewan Minta Gresik Migas Cari Terobosan Bisnis Baru
Di sisi lain, PT Gresik MIgas saat ini terlihat berupaya mengebut pembangunan fasilitas BBM di halaman kantor Pemkab Gresik. Sejumlah pekerja bahkan terlihat sampai sore hari mengebut pekerjaan pembangunan gerai Pertashop yang berada di lokasi parkir gedung BPPKAD Gresik. (fir/han) Editor : Hany Akasah