Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Investor Rumania Lirik Peluang Investasi Pengolahan Air Minum

Hany Akasah • Selasa, 7 Juni 2022 | 15:24 WIB
Pemerintah Kabupaten Gresik, membuka peluang menjajaki kerja sama dengan investor asal Rumania. (dok/radar gresik)
Pemerintah Kabupaten Gresik, membuka peluang menjajaki kerja sama dengan investor asal Rumania. (dok/radar gresik)
GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik, membuka peluang menjajaki kerja sama dengan investor asal Rumania. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Dubes Republik Indonesia untuk Rumania, Irjen Pol Pur Muhammad Amhar Azeth ke Pendopo Gresik Sabtu kemarin.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Gresik mengakui, kerja sama yang dibidik adalah pengolahan air minum (drinking water) dengan teknologi baru menggunakan modifikasi cuaca (weather modification).

"Jika biasanya sumber air minum berasal dari sungai atau mata air, namun Rumania memiliki teknologi air minum yang berasal dari air hujan," ujar Bupati Yani.

Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani menyambut antusias peluang kerja sama itu. Bahkan, berencana mengunjungi Rumania dalam waktu dekat untuk melihat langsung produksi selongsong peluru di sana.

Baca Juga : Kegiatan FGD Disorot BPK RI, Pemkab Gresik Terancam Tak Dapat WTP

Dubes Republik Indonesia untuk Rumania dan Moldova, Irjen Pol Pur Muhammad Amhar Azeth mengatakan, investor asal Rumania bernama Emil Sirbu itu memberikan teknologi pengolahan air minum.  "Teknologi ini nanti akan disurvei sejauh mana volume awan yang bisa dijadikan butiran air sehingga menjadi hujan di daerah sekitar Gresik," kata Amhar.

Menurut analisis investor, Gresik sangat berpotensi karena dekat dengan kawasan laut. "Sehingga, lautnya bisa diolah menjadi butiran hujan yang kira-kira 40 persen daripada awan yang ada," ujar dia.

Selain itu, kata Amhar, Emil Sirbu juga melihat potensi pengembangan produksi turunan Freeport (tembaga) sebagai bahan baku selongsong. Karena secara background, investor asal Rumania ini merupakan produsen peluru dan selongsong peluru legendaris di Eropa Timur.



"Tapi karena faktor satu, sekarang itu tidak menguntungkan lagi, mengimpor atau mengekspor barang jadi karena harga cargo angkutan sudah sangat tinggi, sehingga semua negara-negara yang punya teknologi itu dia berlomba-lomba untuk mendekatkan ke pasar yang ada," ujar Amhar.

Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar. Belum lagi, prospek kebutuhan selongsong peluru di Negara-negara Asia Tenggara sangat menjanjikan.

"Apalagi PT Freeport Indonesia telah membangun pabrik smelter di Kawasan Industri JIIPE," kata Amhar.

Dia berharap tahun ini terjalin kesepakatan, karena kunjungan Emil Sirbu ke Gresik merupakan kali pertama.

"Nanti bulan Agustus itu expertnya beliau akan berkunjung, mungkin untuk melakukan MoU. Insya Allah dalam tahun ini semua kesepakatan itu terlaksana sehingga mungkin 2023 sudah mulai investasi," kata dia.

Amhar mengatakan, pengusaha asal Rumania sangat tertarik dengan berbagai potensi tersebut. Apalagi Kawasan Surabaya-Gresik merupakan daerah penyangga perdagangan Indonesia Timur. Bahkan ekspor untuk Asia Timur. Seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, bahkan juga ke Amerika melalui Tanjung Perak.

Amhar berjanji akan menyampaikan secara rinci potensi Jatim kepada para calon investor khususnya di Kabupaten Gresik. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#radar gresik #gresik #Investasi #rumania