Persoalan pemasaran pasca panen cukup komplek. Kami berharap setelah ini bisa berdialog lagi dengan Kementrian Pertanian. Sebab, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri sehingga hasil pertanian menjadi nilai tambah bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, dukungan berupa pendampingan dan pelatihan serta pengawalan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan mutu tanaman mangga.
"Kami mengapresiasi Kementrian Pertanian atas dukungan kepada Pemerintah Daerah Gresik di sektor pertanian dan peternakan. Apalagi daerahnya memiliki potensi yang sangat besar dalam produksi hasil pertanian, baik tanaman pangan maupun buah-buahan yang sudah beberapa kali menembus pasar ekspor," tuturnya.
Sementara itu, Dirjen Holtikultura Kementan RI, Prihasto berjanji akan memperhatikan berbagai usulan dari Pemkab Gresik. Diakuinya, kondisi tanah di Kabupaten Gresik mendukung kualitas tanaman Mangga yang dihasilkan. Selain Mangga juga ada tanaman jeruk Nipis yang luas lahannya mencapai 400 hektar.
“Melalui peninjauan ini Lewat Kunker. Kedepan langkah-langkah yang akan dilakukan adalah pengembangan, perluasan dan pemeliharaan tanaman mangga yang sudah ada. Sehingga, hasil panennya bisa mencukupi kebutuhan pasar lokal dan ekspor,” kata Prihasto.
Sementara itu, dalam kunjungan Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian itu, diikuti Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Bambang Sugiharto, serta Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik Eko Anindito. (*/han) Editor : Hany Akasah