Kegiatan yang digelar di Pudak Galeri Gresik itu berlangsung meriah. Selain dihadiri jajaran direksi dan komisaris Bank Gresik, juga hadir Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah bersama ratusan nasabah Bank Gresik. Pada kesempatan itu, Bank Gresik membagikan sejumlah hadiah elektronik kepada nasabah tabungan umum dan tabungan deposito.
Dalam sambutannya, Dirut Bank Gresik, Al Kusani mengaku beryukur pihaknya berhasil melewati badai Pandemi Covid-19 dengan capaian yang memuaskan. Pria yang juga dosen disejumlah Universitas Swasta di Gresik itu memaparkan jika aset PD Bank Gresik mengalami pertumbuhan hingga 10 persen lebih atau lebih tepatnya dari yang semula Rp 67 miliar menjadi Rp 74 miliar.
“Capaian ini juga selaras dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dari Rp 42 miliar menjadi Rp 46 miliar secara Year on Years (YOY). Hal ini menjadi indikator jika Bank Gresik mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,”kata Al Kusani.
Tumbuhnya DPK yang dikelola Bank Gresik membuat perusahaan yang akan memasuki usia setengah abad itu semakin mudah dalam melakukan improvisasi program. Salah satunya tiga program kredit unggulan yang dilauching saat HUT Kota Gresik bulan maret lalu yakni Kredit Barokah dan Kredit Ultra Mikro (Umi).
Menurut Al Kusani, penetrasi dua produk ini juga tidak bisa dianggap kaleng-kaleng sebab pihaknya berhasil menyalurkan kredit ultra mikro kepada 886 nasabah yang tersebar di 79 desa di wilayah kota Santri.
“Secara angka realisasi program kredit ultra mikro dengan plafon dibawah Rp 3 juta sudah mencapai Rp 2,1 miliar. Semangat kami untuk perang kepada rentenir di Gresik sesuai dengan keinginan pak bupati dan ibu bupati,” jelasnya.
Dari sisi jumlah nasabah kredit, secara total kini nasabah Bank Gresik sudah mencapai 2.190 orang dari yang semula hanya 900 nasabah kredit. Belum cukup disitu, Bank Gresik juga meluncurkan tabungan E-Kotak sebagai salah satu strategi bisnis untuk menggaet nasabah tabungan. Alhasil kini nasabah tabungan naik drastis hingga 9.126 nasabah dengan nilai total tabungan mencapai Rp 16,6 miliar.
“Tahun ini kami optimis bisa mencatat laba hingga Rp 1,4 miliar dan Rp 600 juta akan kami setorkan sebagai deviden kepada Pemkab Gresik. Seluruh capaian ini berkat dukungan masyarakat dan support dari pak bupati dan ibu wakil bupati,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengakui bahwa tujuan dari Bank Gresik adalah mendapatkan profit yang bisa membantu APBD atau pendapatan daerah Kabupaten Gresik agar semakin meningkat. Namun, hal itu bukan satu-satunya tujuan utama.
"Yang terpenting adalah bagaimana Bank Gresik ini bisa membantu masyarakat Gresik untuk mendapatkan bantuan dengan cara yang mudah. Untuk bisa memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan mudah, dan tentunya untuk melawan praktik bank titil atau rentenir yang ada di sekitar kita," paparnya.
Bu Min mengapresiasi atas pencapaian yang sudah diraih oleh Bank Gresik dalam tahun ini. Ia juga kembali mengingatkan akan pentingnya sinergi antarlembaga atau OPD terkait, sehingga akan memudahkan masyarakat apabila sewaktu-waktu mereka membutuhkan bantuan.
"Ini luar biasa, karena awal kami masuk itu Bank Gresik diremehkan. Tetapi kita bisa membuktikan bahwa sekarang Bank Gresik lewat kinerja luar biasanya bisa mengambil hati masyarakat," tuturnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah