Banyak pernikahan tanpa resepsi, Wedding Organizer mengaku harus memutar otak agar bisa menyelenggarakan pernikahan yang berkesan meskipun dihadiri orang terbatas. Mereka juga dituntut untuk sabar dalam meyakinkan klien agar selalu taat protokol kesehatan.
Risa Novita Rahmani dari Weeding Amante Organizer, mengaku sepi job selama PPKM. “Pelaku bisnis WO mengalami penurunan pendapatan, padahal bulan Dhulhijah musimnya orang menikah. Kita hanya menerima job untuk akad nikah,”terangnya.
Disisi lain, selama PPKM dirinya mengaku harus mengeluarkan pengeluaran lebih untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
Dini Azhaar, seorang Project Manager salah satu WO di Gresik juga menagku mengalami penurunan pendapatan. “Ada Wo lain yang juga bahkan mengalami kerugian, banyak klien yang membatalkan acara maupun memundurkan resepsi hingga waktu yang tidak ditentukan,”imbuhnya.
Selama PPKM ini mereka hanya menerima dua kali job akad nikah. Itupun pendapatannya harus dibagi dengan tim yang berjumlah 10 orang.
Begitu akad nikah selama PPKM. Prosesnya harus memiliki surat persetujuan dari RT ataupun RW. Acara akad nikah digelar lebih cepat, dan lebih mengutamakan ijab qabul.
Mereka berarap PPKM segera berakhir, hingga para klien bisa melaksanakan resepsi pernikahan. (rir/han) Editor : Hany Akasah