Direktur Utama Damai Sejahtera Abadi, Poedji Harixon mengatakan pihaknya akan menggunakan dana hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk investasi penambahan tanah beserta bangunan untuk toko dan gudang di Gresik dan Banjarbaru. Dana yang digunakan untuk gerai baru tersebut dialokasikan sebesar 91,7 persen dari hasil IPO atau sekitar Rp 42,36 miliar.
"Kami memiliki 19 gerai yang tersebar di Jawa, Bali dan Kalimantan. Kami terus berinovasi dan berkomitmen membuka gerai baru dan menambah ke kota-kota di Indonesia," jelas Poedji dalam siaran persnya, Senin (01/02) kemarin.
Adapun total aset pemilik gerai elektronik UFO ini tercatat sebesar Rp 290,5 miliar dengan total liabilitas sebesar Rp 171,6 miliar dan total ekuitas sebesar Rp 118,9 miliar. Dengan pencapaian positif itu, UFOE berencana untuk membagikan dividen setelah IPO kepada pemegang saham dengan besaran dividen yakni sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan, dimulai dari tahun 2021 berdasarkan laba bersih tahun buku 2020. (fir/rof) Editor : Hany Akasah